Situs Jambansari, Sebuah Peninggalan Sejarah di Ciamis

Situs Jambansari adalah kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis ke-16.  RAA Kusumadiningrat ini berkuasa dari tahun 1839-1886. Luas Situs Jambansari menempati lahan seluas 4 ha. Menurut keterangan Juru Kunci Makam, di dalam Situs Jambansari terdapat 13 buah arca. Arca-arca ini dikumpulkan oleh RAA Kusumadiningrat. RAA Kusumadiningrat mengumpulkan arca-arca ini dalam rangka dakwah Islam. Pada waktu itu, RAA Kusumadiningrat mengharuskan warga untuk mengumpulkan arca atau berhala di Situs Jambansari.
Situs Jambansari di Ciamis, kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis  yang ke-16.
Situs Jambansari di Ciamis, kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat,
Bupati Ciamis  yang ke-16.
Alamat situs Jambansari berada di tengah kota Ciamis tepatnya di Jl. Achmad Dahlan, lingkungan Rancapetir, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis. Koordinat Situs Jambasari berada pada titik S7,33031 E108.34866.

Untuk lebih memudahkan menemukan lokasi Situs Jambansari dapat dilihat pada google maps berikut ini.

Situs Jambansari ini dibangun pada tahun 1872. Situs Jambansari ini sekarag dikelola oleh Yayasan Kusumadiningrat.

Situs Jambansari ini bergaya arsitektural Belanda. Situs Jambansari dikelilingi pagar tembok setinggi sekitar 2 m. Pintu gerbang masuk ke Situs Jambansari berada di sisi sebelah Timur.

Di tengah Situs Jambansari terdapat bangunan cungkup yang sangat kuat terbuat dari kayu jati. Atap cungkup berbentuk limas. Di dalam cungkup tersebut terdapat makam Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat, Bupati Galuh Ciamis dan di sekeliling pemakaman terdapat beberapa makam kerabat dan para keturunan Prebu.
Makam Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat, Bupati Galuh Ciamis.
Makam Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat, Bupati Galuh Ciamis.
Menurut catatan sejarah dan informasi dari berbagai sumber, RAA Kusumadiningrat dikenal sebagai bupati yang cakap. Konon katanya, RAA Kusumadiningrat fasih berbahasa Belanda dan Bahasa Perancis.

RAA Kusumadiningrat sukses menghilangkan Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Ciamis, membangun irigasi, mengakses pesawahan, mendirikan 3 pabrik penggilingan kopi, terhubung perkebunan kelapa, membangun jalan antara Kawali-Panjalu. Di bagian pendidikan, Kangjeng Prebu mendirikan Sekolah Sunda yang terletak di Ciamis dan di Kawali. 

Atas jasa-jasanya tersebut, RAA Kusumadiningrat, diberi gelar Kanjeng Prebu. Pada tahun 1874 RAA Kusumadiningrat mendapat tanda kehormatan dari Pemerintahan Hindia Belanda berupa songsong kuning (payung kebesaran berwarna kuning mas). Selain itu, pada tahun 1878 RAA Kusumadiningrat pula dianugerahi Ridder Orde van de Nederlandsche Leeuw dari Ratu Belanda. 

RAA Kusumadiningrat meninggal pada tahun 1886 dan dimakamkan di Gunung Sirnayasa, Jambansari ini. Gapura makamnya ditulis dgn aksara Sunda Kuno petuahnya berupa gugurutan yang isinya juga sebagai berikut :
Jamban tinakdir yang agung
Caina Tamba Panyakit
Amal Jariah Kaula
Bupati Galuh Ciamis
Aria Kusumadiningrat
Medal Mas Payung Kuning
Caina Tamba Panyakit
Amal Jariah Kaula
Bupati Galuh Ciamis
Aria Kusumadiningrat
Medal Mas Payung Kuning
Gerbang masuk makam Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat, Bupati Galuh Ciamis.
Gerbang masuk makam Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat, Bupati Galuh Ciamis.
Selfie di depan Situs Jambansari Ciamis.
Selfie di depan Situs Jambansari Ciamis.
Situs Jambansari di Ciamis ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang harus dilestarikan. Karena lingkungan sekitar Situs Jambansari ini nampak asri dan indah, maka seringkali dipergunakan para penggemar fotografi untuk hunting foto
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Situs Jambansari, Sebuah Peninggalan Sejarah di Ciamis"

Post a Comment

Terima kasih telah berkomentar

Artikel Terkait :

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi