Tim Gabungan Tangkap Tersangka Teroris di Ciamis

http://news.okezone.com/read/2016/02/12/525/1310678/terduga-teroris-ciamis-diduga-calon-pengantin-bom-bunuh-diri
Foto ilustrasi penangkapan teroris. Foto : Okezone.

Tim gabungan dibantu Densus 88 sedang berupaya keras melawan terorisme. Setelah ledakan bom di Sarinah Thamrin-Jakarta, aparat benar-benar melakukan berbagai upaya untuk memberantas teroris. Kembali Jumat (12/2/2016) siang tadi Densus 88 menangkap tersangka teroris di Ciamis. Berita penangkapan teroris ini dirilis media lokal Warta Priangan.

Dua tersangka teroris di Ciamis diduga terkait dengan kelompok Ali Hamka, Dadang, Daong dan Hilmi, yang tak lain para tersangka teroris yang beberapa waktu lalu ditangkap tim gabungan di daerah Cirebon dan Sumedang.

Salah seorang yang ditangkap di Ciamis dikabarkan sedang dipersiapkan untuk menjadi pengantin (pelaku) bom bunuh diri pada penyerangan ke Markas Polda Metro Jaya. Kabarnya, informasi ini diperoleh dari hasil percakapan tersangka dengan Ali Hamka.

Identitas dua orang tersangka teroris di Ciamis yang ditangkap tadi siang ternyata menunjukkan keduanya bukan orang Ciamis. Yang pertama bernama Khumaedi bin Abdul Latif alias Hamzah alias Ami. Pria ini lahir di Pemalang, 21 Mei 1991. Pekerjaan pengangguran, dan beralamat asal di Dusun Warung Pring, Desa Warung Pring, Kecamanatan Warung Pring, Kabupaten Pemalang. Khumaedi inilah yang disiapkan untuk menjadi pengantin bom bunuh diri ke Markas Polda Metro Jaya.

Tersangka kedua bernama Lutfi Abdilah, lahir di Tasikmalaya, 28 Februari 2000. Remaja yang baru berusia 14 tahun ini aktiitas sehari-harinya sebagai santri dan sebelumnya pernah tinggal di Pondok Pesantren Anshorullah, Cisaga, Ciamis dan di Dapur Yatim, Bandung.

Kedua tersangka teroris di Ciamis itu ditangkap di Dusun Sambungjaya, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tepat di depan rumah almarhum Fauzan Al Anshari, yang beberapa waktu lalu juga sempat dinyatakan sebagai tersangka teroris.

Sampai saat ini, informasi terkait penangkapan tersangka teroris di Ciamis belum ada keterangan resmi dari Kepolisian. Pihak kepolisian di Ciamis belum bisa memberikan keterangan.

Namun demikian, warga di sekitar lokasi kejadian membenarkan adanya peristiwa penangkapan.

“Benar, tadi pagi sekitar jam 10 lebih ada peristiwa penangkapan. Dua orang ditangkap. Tapi kejadiannya cepat sekali, hanya beberapa menit,” terang salah seorang warga. Untuk alasan keamanan, identitas para warga yang menjadi saksi mata tidak akan ditayangkan oleh Warta Priangan.

Saksi mata lainnya, masih warga sekitar, juga membenarkan adanya kejadian penangkapan tersebut.

“Ada dua orang yang ditangkap, yang satu tinggi, yang satu lagi pendek. Yang menangkap sekitar enam orang, semuanya pakaian preman dan memegang pistol. Kejadiannya cepat sekali. Dua orang yang ditangkap dimasukkan ke dalam mobil GrandMax, plat nomor Jakarta,” terang saksi mata lain.

Menurut saksi mata, selain satu unit mobil GrandMax, aparat juga datang dengan dua unit sepeda motor. Kemungkinan, target tersangka teroris di Ciamis itu sudah diincar sejak malam hari. Kedua orang tersebut keluar dari Pondok Pesantren Anshorulloh lewat jalan belakang, lalu menuju jalan besar melalui gang kecil. Mereka bermaksud menunggu bis. Namun sesaat sebelum naik bis, mereka keburu ditangkap aparat.

Barang bukti yang diamankan adalah tas milik tersangka bernama Khumaedi. Di dalam tas tersebut, aparat gabungan mendapati empat buah ketapel, satu buah sangkur merk Columbia Saber, satu buah kawat slink, dan dua bundel busur yang berisi 38 buah busur panah dari besi yang siap digunakan.
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tim Gabungan Tangkap Tersangka Teroris di Ciamis"

Post a Comment

Terima kasih telah berkomentar

adnow

loading...

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi