Kebun Raya Kuningan (KRK) Diresmikan Kepala LIPI

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Iskandar Zulkarnain
didampingi Bupati Kuningan Utje Ch Suganda, menyiram bibit pohon Anyang-anyang
yang baru ditanamnya, dalam acara peluncuran Kebun Raya Kuningan
di salah satu zona kebun raya tersebut, Rabu (25/11/2015). Foto : Pikiran Rakyat

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menambah khasanah dunia keilmuan dengan meresmikan Kebun Raya Kuningan. Kebun Raya Kuningan (KRK) merupakan kebun raya ketiga yang ada di Jawa Barat setelah Kebun Raya Bogor (KRB) dan Kebun Raya Cibodas (KRC). Peresmian Kebun Raya Kuningan ini beritanya dirilis Pikiran Rakyat.

Kebun Raya Kuningan, di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, diluncurkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Rabu (25/11/2015).

Peluncuran kebun raya tersebut dilakukan Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain di sekitar Taman Kuning atau zona tumbuhan berbunga kuning dalam kawasan KRK, ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Penandatangan prasasti serupa juga dilakukan Bupati Kuningan Utje Choeriah Hamid Suganda disaksikan sejumlah pejabat serta tamu undangan perwakilan dari berbagai pihak terkait.

Selain itu, Kepala LIPI, Bupati Kuningan dan sejumlah pejabat, menandai hari peluncuran kebun raya itu dengan menamam masing-masing satu bibit pohon koleksi kebun raya tersebut.

Taman yang dibangun di salah satu sudut Kebun Raya Kuningan. Foto : FajarNews.

Iskandar Zulkarnain menyebutkan, acara peluncuran itu sebagai upaya memperkenalkan eksistensi Kebun Raya Kuningan kepada seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan lingkup lokal, regional, dan nasional.

"Makna peluncuran ini menunjukan eksistensi kebun raya ini untuk mengemban lima fungsi kebun raya. Yaitu fungsi pendidikan, penelitian, rekreasi, ekonomi dan konservasi," kata Iskandar.

Iskandar mengingatkan, membangun kebun raya adalah membangun masa depan. Kebun raya, tuturnya, merupakan konsep pengelolaan kawasan yang mensinergikan upaya konservasi dengan pembangunan ekonomi berbasis keilmuan.

Kebun raya juga merupakan salah satu model aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyinergikan nilai-nilai konservasi dengan pembangunan ekonomi masyarakat.

Pembanguan kebun raya merupakan upaya penyelamatan lingkungan dan kekayaan sumber daya hayati, terutama aneka spesies tumbuhan.

"Menyelematkan lingkungan dan kekayaan sumber daya hayati sebetulnya bukan hanya pertanggungjawaban kita kepada pimpinan, tetapi sebagai upaya memberikan rasa keadilan lintas generasi. Apabila semua kekayaan alam yang bisa dijadikan sebagai modal pembangunan ini tidak kita jaga dan banyak tebuang sia-sia, sesunguhnya kita telah menciptakan ketidakadilan kepada generasi kita," kata Iskandar.

Dia menyebutkan, hingga saat ini di Indonesia sudah terdapat 27 kebun raya. Lima kebun raya di bawah pengelolan LIPI, dan 22 kebun raya ada di bawah pengelolaan kabupaten kota atau kebun aya daerah, termasuk di antaranya Kebun Raya Kuningan.

"Dari 22 kebun raya daerah, Kebun Raya Kuningan menjadi kebun raya ketiga yang telah diluncurkan, setelah kebun raya daerah di Sulawesi Selatan, dan kebun raya daerah di Balikpapan," katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kuningan Bunbun Budhiyasa menerangkan, Kebun Raya Kuningan dibangun sejak tahun 2005 melalui kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dengan LIPI dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Luasan lahannya mencapai sekitar 154,908 hektare, dan hingga tahun 2014 telah diisi koleksi aneka jenis tanaman terigistrasi sebanyak lebih kurang 23.000 specimen, dilengkapi pembangunan dua buah situ, jalan masuk, tempat persemaian, bangunan kantor, dan rumah jaga.

Pembangunan kebun raya itu, kata Bunbun, juga mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri. Di antaranya dalam hal memperkuat aspek botanical seperti pembangunan beberapa taman tematik dan penataan infrastruktur jalan trek, jalan pedestrian, dan sejumlah gazebo.

Dikatakannya, untuk mewujudkan Kebun Raya Kuningan yang refresentatif masih membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan lintas generasi. Pencapaian pembangunan Kebun Raya Kuningan hingga saat ini, menurut Bunbun, pada dasarnya hanya sebagian dari perjalanan panjang menuju penuntasan pembangunan Kebun Raya Kuningan yang maju dan mandiri.

Terkait hal itu, Bupati Kuningan Utje Ch Suganda, dalam sambutan acara itu memohon kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan penuh untuk pengembangan kebun raya di daerahnya itu.

"Kami memohon dukungan sepenuhnya dari pemerintah provinsi Jawa Barat, sehingga cita-cita kami memungsikan Kebun Raya Kuningan ini sebagai bagian paru-paru di Jawa Barat dapat segera terwujud," katanya.

Sebagimana diberitakan"PRLM", Kebun Raya Kuningan saat ini merupakan satu-satunya kebun raya daerah di Provinsi Jawa Barat. Kebun raya itu berada di bawahan lereng barat laut kaki Gunung Ciremai.

Tepatnya di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, sekitar perbatasan wilayah Kuningan dengan Kabupaten Cirebon dan Majalengka.

Kebun raya itu, saat ini telah diperkaya dengan berbagai jenis koleksi tanaman. Mulai dari jenis pohon tipikal lokal Kuningan, tipikal Jawa Barat, nasional, bahkan beberapa jenis tanaman tipikal sejumlah negara. Namun, sebagian besar tanaman koleksi di kebun raya itu sementara ini masih kecil-kecil.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebun Raya Kuningan Maryoto, menyatakan setelah diluncurkan pihaknya dituntut harus dan siap melayani kunjungan masyarakat.

Namun, untuk sementara ini, pihaknya tidak akan berani memungut tiket masuk atau membebankan biaya pelayanan kepada pengunjung.
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kebun Raya Kuningan (KRK) Diresmikan Kepala LIPI"

Post a Comment

Terima kasih telah berkomentar

Artikel Terkait :

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi