Gempa Malang dan Ciamis ada Pada Lempeng yang Sama

Ilustrasi titik gempa. Sumber : fb Rovicky

Gempa yang terjadi berturut-berturut tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri buat orang awam. Muncul dugaan-dugaan, kenapa bisa gempa terus menerus ? Koq nampaknya gempa semakin besar ? ... Kejadian gempa itu harus meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan adanya gempa besar yang akan melanda. Tetapi kita tidak akan pernah tahu kapan gempa itu akan terjadi.

Tulisan yang dimuat di Detik ini semoga menjadi kita lebih waspada. Bukan malah menimbulkan rasa ketakutan yang berlebihan.

Foto: USGS
Gempa 6,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Malang pada Minggu (26/7/2015) pukul 14.05 WIB masih satu zona dengan gempa 5,7 SR yang terjadi di Ciamis pada Sabtu (25/7/2015) subuh kemarin.

Menurut twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari ini, gempa yang terjadi di Kabupaten Malang dan Ciamis terletak pada zona subduksi atau zona pertemuan antara lempeng tektonik Hindia Australia dan lempeng Eurasia.

"Zona ini memang rawan gempa yang bergerak rata-rata 5-7 cm per tahun ke arah Timur Laut-Utara," jelas BNPB dalam twitternya.

Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan karena gempa dapat terjadi tiba-tiba. "Semoga gempa 6,3 SR tidak mempengaruhi peningkatan aktivitas Gunung Raung," kata BNPB.

BNPB menambahkan guncangan gempa di Malang dirasakan sedang hingga kuat oleh masyarakat di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur, mulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Bahkan gempa dirasakan di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Bali.

Sedangkan menurut geolog Rovicky Dwi Putrohari yang diwawancara pada 4 Mei 2015, pernah mengutarakan yang perlu diwaspadai adalah wilayah seismic gap atau kawasan sepi gempa di sebelah barat lepas pantai Pangandaran dan sebelah barat lepas pantai Sumatera.

Di sebelah barat lepas pantai Pangandaran, imbuhnya, selama ini ada seismic gap atau wilayah yang sepi gempa yang perlu diwaspadai pelepasan energinya bisa berpotensi mencapai di atas 8 SR. Apa yang dinamakan megathrust, imbuhnya, adalah di wilayah sepi gempa itu.

Satu lagi titik yang perlu diwaspadai adalah di lepas pantai barat Sumatera. Sebelumnya, para geolog dan pakar gempa memprediksi akan terjadi gempa besar di wilayah Siberut, Mentawai, Sumbar.

Namun, ilmu kegempaan hingga kini hanya bisa memperkirakan wilayah terjadinya gempa, bukan waktunya. Sehingga kapan gempa itu akan muncul, tidak bisa diketahui.
loading...

Postingan terkait:

8 Tanggapan untuk "Gempa Malang dan Ciamis ada Pada Lempeng yang Sama"

Terima kasih telah berkomentar

adnow

loading...

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi