Proses Evakuasi Erri Yunanto, Paling Sulit, Menantang dan Berbahaya

Erri Yunanto, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya-Yogyakarta yang terjatuh ke dalam kawah Gunung Merapi telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat atau SAR (search and resque). Peristiwa ini harus dijadikan pelajaran untuk kita semua agar kejadian jatuhnya pendaki tidak terulang. Jangan sampai kita melakukan tindakan-tindakan yang nekat dan membahayakan jiwa ketika berada di alam bebas.

Keberhasilan tim penyelamat dalam proses evakuasi ini perlu mendapat apresiasi. Karena proses evakuasi ini sebenarnya sangat membahayakan jiwa penyelamat itu sendiri.

Proses evakuasi ini sangat berbahaya karena medan yang sulit. Puncak Gunung Merapi puncaknya sangat curam dan terdiri dari batuan yang sudah rapuh. Kondisi ini beresiko terjadinya longsor. Posisi korban berada pada kedalam sekitar 100-300 meter di dasar kawah.

Selain medan yang sulit, juga karena jatuh ke dalam kawah, maka tim evakuasi akan menghadapi suhu yang tinggi dan paparan dengan gas beracun yang sangat berbahaya. Kondisi ini mengharuskan tim evakuasi diperlengkapi dengan peralatan yang lengkap dan bertindak cepat. Hanya tim yang memiliki keberanian dan teknik survival yang tinggi yang dapat melakukan tugas ini.

Semoga tidak ada lagi kejadian serupa di Gunung Merapi atau gunung-gunung lainnya di Indonesia. Selalu patuhi peraturan yang ada di alam terbuka dan jangan menantang alam. Jangan melakukan hal-hal yang membahayakan keselamatan jiwa diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai kegiatan menikmati alam akan berujung petaka.
Proses Evakuasi Erri Yunanto, Paling Sulit, Menantang dan Berbahaya Proses Evakuasi Erri Yunanto, Paling Sulit, Menantang dan Berbahaya Reviewed by Ghost Ships on 5:54:00 AM Rating: 5

No comments:

Terima kasih telah berkomentar

loading...
Powered by Blogger.