Akankah El Nino Melanda Indonesia Tahun 2015 ?

Apa sih  El Niño itu ? Mungkin sudah banyak yang faham dari referensi. Menurut wikipedia, El Niño–Osilasi Selatan, atau ENSO, adalah gejala penyimpangan (anomali) pada suhu permukaan Samudra Pasifik di pantai Barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi daripada rata-rata normalnya. Gejala ini lebih umum dikenal di kalangan awam dengan nama El Niño (bahasa Spanyol, dibaca: "El Ninyo" yang berarti "anak laki-laki kecil"). Gejala penyimpangan di tempat yang sama tetapi berupa penurunan suhu dikenal sebagai La Niña (dibaca "La Ninya"). Istilah ini pada mulanya digunakan untuk menamakan arus laut hangat yang kadang-kadang mengalir dari Utara ke Selatan antara pelabuhan Paita dan Pacasmayo di daerah Peru yang terjadi pada bulan Desember. Kejadian ini kemudian semakin sering muncul yaitu setiap tiga hingga tujuh tahun serta dapat memengaruhi iklim dunia selama lebih dari satu tahun.

El Nino ini biasanya mengakibatkan musim kering atau musim kemarau. Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino. El Nino pernah menimbulkan kekeringan panjang di Indonesia.

Sementara itu, negara tetangga Indonesia, yaitu Australia, Biro Metereologi Australia sudah mengumumkan dalam periode El Nino besar, seperti yang dilansir Detik.

Biro Meteorogi Australia secara resmi mengatakan bahwa Australia sekarang ini berada dalam periode El Nino besar, yang akan menyebabkan kondisi yang lebih kering dan lebih panas hampir di semua kawasan Australia Bagian Timur. Bagaimana dampaknya di Indonesia?

"El Nino yang kita prediksi di Indonesia pada bulan Mei ke sana, nggak terlalu tinggi. Sampai September 2015, El Nino lemah," jelas Kepala Bidang Informasi Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto saat dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2015).

Menurut data BMKG, Australia mengalami El Nino lemah pada Mei 2015 dan moderat pada Juni-Oktober 2015. Jepang mengalami El Nino moderat pada Juni-Agustus 2015, dan Amerika Serikat mengalami El Nino moderat pada Mei-September 2015.

"Kondisi sekarang, untuk Mei ini masih normal, lemah (El Nino), jadi pengaruhnya tak terlalu signifikan. Kalau ke depan, moderat. Pengaruhnya kalau kuat (El Nino) di Indonesia timur," imbuh Kukuh.

Kondisi lemah-moderat-kuat El Nino itu juga dipengaruhi kondisi suhu muka laut. Bila suhu muka laut hangat, maka pengaruh El Nino tak terlalu besar. Sebaliknya, bila suhu muka laut dingin, bisa membuat intensitas hujan berkurang. Pengaruh kuat bila suhu muka laut dingin dirasakan di Indonesia timur dekat Pasifik, seperti Papua dan Nusa Tenggara.

"Itu pengaruhnya di Indonesia timur dekat Pasifik. Kita lihat riilnya nanti, minggu ke minggu perkembangan dari kondisi El Nino. Bila mengarah kuat dan suhu muka laut dingin, perlu diwaspadai," imbuhnya.

BMKG memantau suhu muka Laut Banda sekarang sedang hangat. Hanya di wilayah utara Papua suhu muka lautnya dingin.

"Sudah masuk kemarau, potensi hujan sudah mulai berkurang. Ditambah ada siklon tropis di Filipina mempengaruhi uap air ke arah utara. Hujan relatif berkurang karena musim kemarau," jelas dia.

Rata-rata wilayah Indonesia kini beranjak ke masa transisi alias mulai masuk kemarau. Wilayah yang mulai masuk kemarau adalah Nusa Tenggara, Jawa Timur, Sulawesi dan Papua.

Bila benar Indonesia nanti akan mengalami El Nino, maka dampaknya akan dirasakan pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan pada September mendatang.

"Kalau El Nino kuat, musim kemarau mundur atau lebih panjang. BMKG perkirakan El Nino masih lemah sampai September, baru Oktober beranjak moderat," jelas dia.
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Akankah El Nino Melanda Indonesia Tahun 2015 ?"

Post a Comment

Terima kasih telah berkomentar

Artikel Terkait :

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi