Batu Akik Perlu Standarisasi untuk Mencegah Penipuan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan harus ada standarisasi untuk batu akik untuk menghindari penipuan batu akik asli tapi palsu. Karena demam batu akik saat ini harus dikelola dengan baik. Sehingga masyarakat perlu waspada karena kerap terjadi aksi penipuan penjualan batu akik.

"Demam batu akik saat ini harus dikelola dengan baik. Sehingga masyarakat perlu waspada karena kerap terjadi aksi penipuan penjualan batu akik," kata Aher, di Bandung, Sabtu.

Ia menuturkan, ada kemungkinan selama ini penggemar batu akik pemula tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu.

"Tentunya hal ini karena tidak ada standarisasi atau dalam bentuk sertifikasi terhadap batu akik," ujar dia.

Dirinya mengatakan, batu akik bersertifikat akan menguntungkan bagi para pedagang karena punya daya jual yang lebih tinggi dan bisa dijual mahal karena punya sertifikat.

"Sehingga daripada gambling, saya kira lebih baik ada sistem penjaminan melalui sertifikasi," katanya.

Potensi batu akik di Provinsi Jawa Barat sendiri, kata dia, sangat banyak seperti Batu Pancawarna dari Kabupaten Garut dan Batu Lavender dari Kabupaten Sukabumi.

"Tapi potensi kurang tergarap maksimal karena perdagangan batu akik dinilai terlalu bebas tanpa standarisasi," katanya.


Sumber : Antara
loading...

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Batu Akik Perlu Standarisasi untuk Mencegah Penipuan"

  1. karena fasilitas sertifikasi batu mulia masih terbatas pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. sertifikasi atau standar memang nampaknya belum ada, baru di beberapa tempat paling diukur kekerasan dan kemampuan meneruskan cahaya aja ...

      Delete

Terima kasih telah berkomentar

Artikel Terkait :

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi