Mencermati Iklim Tempat Tumbuh Jambu Kristal

Saya mendapat 3 bibit okulasi jambu kristal beberapa bulan lalu dari penangkar bibit di Rajagaluh. Ketiga bibit tersebut berukuran dan berumur kurang lebih sama. Begitu sampai ke Tasikmalaya langsung dipindah ke pot dengan ukuran pot dan media tanam yang sama. Kemudian, 2 bibit tersebut dibawa ke Kalipucang. Nah ternyata, jambu yang ditanam di Tasikmalaya memang sempat berbunga sampai keluar pentil jambu, tetapi rontok sebelum sebesar kelereng.

Ketiga bibit jambu itu diberikan pemupukan intensif, yaitu 1 sendok NPK (15-15-15) per minggu. Tetapi sampai beberapa bulan kemudian tabulampot yang di Tasikmalaya gak kunjung berbuah, malah yang di Kalipucang sudah berbuah sampe seukuran bola pingpong  (diasumsikan sudah aman dari kerontokan)

Dari kejadian itu, saya menganalisis situasi tempat tumbuh, karena ukuran dan pot serta media tanamnya identik, maka yang nampaknya berpengaruh adalah kecukupan sinar matahari dan suhu lingkungan. Nampaknya, iklim Kalipucang mirip dengan Rajagaluh, kering dan panas sehingga mendorong pembungaan dan pembuahan.

Kesimpulan yang dapat diambil, untuk Tasikmalaya atau daerah yang identik dingin dan basah, maka diperlukan perlakuan penjarangan penyiraman dan ditempatkan di dalam rumah kaca kalau ada atau ditempatkan di tempat yang terkena terik matahari langsung.

Semoga analisis saya gak salah hehehe ....
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mencermati Iklim Tempat Tumbuh Jambu Kristal"

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi