Kedatangan Tamu Mahasiswa Kaya

Beberapa waktu yang lalu, saya kedatangan tamu. Seorang pemuda dengan dandanan yang dandy. Ternyata dia seorang mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir. Rupanya dia sedang mengumpulkan data untuk skripsi di salah satu kampus di Tasikmalaya.

Saya sempet tanya-tanya, tentang apa ? ... Dia bilang tentang implementasi salah satu Perda di Kota Tasikmalaya. Karena masih diperlukan wawancara (mungkin terstruktur) jadi harus kembali ke responden katanya. OK, lah kalo begitu, saya bilang, apa kekurangannya ? Dia bilang perlu rekaman wawancara.

Jadi lah wawancara dengan beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan, sebenernya kalo liat isi pertanyaan, seharusnya dia "dilayani" oleh Kepala Dinas, karena isinya adalah kebijakan tentang implementasi Perda. Tapi gak papa lah, mungkin si Boss sibuk atau mahasiswanya buru-buru atau sebab lain.

Saya gak mau komentar tentang kesiapan dia untuk lulus dari aspek skripsi. Nanti dikira saya membantai hahaha... Kalo saya jadi dosennya, saya cuma rela ngasih dia maksimal nilai C- untuk skripsi, gak tau kalo ada ujian komprehensif-nya hahaha ....

Ya, udah, itu jangan dipersoalkan toh seharusnya di setiap lembaga pendidikan ada lembaga yang menjadi penjamin mutu kualitas lulusan. Artinya, kalo ada yang "lolos" dengan kondisi seperti itu, yang salah bukan hanya mahasiswa (yang pengin lulus) tapi salah sistem secara keseluruhan. Nah, lulusan ini, kemungkinan besar akan menambah panjang antrian sarjana yang membebani.

Nah, yang jadi poin penting yang ingin saya sampaikan adalah, ketika mahasiswa itu beres wawancara dan pamit pulang, dia ke saya memberikan amplop (hiks ...). Saya gak menyangka sama sekali, dan saya bilang "Dik, saya juga pernah mahasiswa, dan merasakan sulitnya beban jadi mahasiswa, gak usah ngasih amplop lah ke saya !!!..."

Saya sebenernya mau marah, tapi gak tega, justru malah menjadi sedih. Koq mental mahasiswa seperti itu ? Saya juga gak tau kenapa bisa kejadian seperti itu. Saya jadi mikir jauh, ....
-apakah dia biasa seperti itu ? (menyelesaikan sesuatu dengan uang), ....
-apakah dia mahasiswa (sangat) kaya ?, .... (sampai harus buang-buang uang hanya urusan ginian)
-apakah dia menganggap sedemikian parahnya PNS yang melayani dia ? .... (sehingga harus dikasih "tips" segala, emangnya saya pelayan restoran hahaha ...)

Sampai sekarang saya gak nemu jawabannya, yang jelas saya sedih banget liat mental generasi muda seperti itu .... Terutama si mahasiswa kaya itu ...
loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kedatangan Tamu Mahasiswa Kaya"

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi