Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Pemeliharaan tanaman buah naga meliputi kegiatan : pemupukan, penyiraman, pemangkasan, dan perlindungan dari hama dan penyakit.

Pemupukan,

Diperlukan pupuk yang banyak mengandung unsur nitrogen (N) di masa awal pertumbuhan. Sedangkan ketika pembungaan atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea sebaiknya dihindari, karena sering mengakibatkan busuk batang.

Pemberian pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam.

Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.
Penyiraman,

Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.

Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. 

Tetapi penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.
Pemangkasan, 

Ada tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.

Pembentukan batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.

Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.

Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.

Perlindungan dari Hama dan Penyakit

Sampai sekarang belum diberitakan serangan hama dan penyakit yang mengakibatkan kerugian yang signifikan. Sehingga nampaknya buah naga tidak memerlukan perawatan khusus atas serangan hama dan penyakit.

Artikel yang mungkin berguna tentang Buah Naga :

Mengenal Buah Naga


(dari berbagai sumber)

loading...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pemeliharaan Tanaman Buah Naga "

Hotel, Kereta Api dan Tiket Pesawat Termurah by Pegipegi